![]()
|
Posted on: Selasa, 15 Februari 2011 @ 2:31 PM | 0 footprint(s)
Bersama Malam dan Secangkir Kopi
Bisu sejenak. Hening. Malam masih bermain mesra bersama rembulan dan rerumputan. Tapi aku di sini, memikirkanmu. Ditemani secangkir kopi... Menghangatkan hati yang gigil. Rasanya masih pahit seperti kemarin. Menggambarkan suasana hatiku yang sedang memilah rindu untukmu. Mata sulit terpejam. Mencoba memasuki alam mimpi tapi tidak bisa. Bayangmu selalu hadir. Angin selalu membisikkan bahasa rindu, yang mungkin kau titipkan padanya. 6 bulan tidak melihatmu membuatku penasaran akan sosokmu. Masih samakah kamu seperti yang dulu? Masih adakah sorotan mata itu? kau tahu, hal yang paling kusuka dari dirimu adalah sorotan matamu, yang tidak bisa kubahasakan dengan apapun. Aku selalu menunggumu. Meski harus bersahabat dengan malam, dan selalu ditemani secangkir kopi. Yeah, setiap malam! Ada 3600 detik yang kusisakan dari hariku untuk mengingatmu walau hanya sebentar. Bersama malam dan secangkir kopi yang sekarang mulai mendingin.
|