![]()
|
Posted on: Kamis, 28 April 2011 @ 4:08 PM | 0 footprint(s)
Harusnya Memang Begini, Menghilang dari Kehidupanmu
Berharap pada sesuatu yang tidak jelas. Salahkah? Hmmm.... Seandainya bisa, aku ingin menghilangkan semua tentang kamu dari pikiranku. SEMUANYA. Tanpa sisa! Kamu hanya membuat pikiranku menjadi kacau. Kenapa? Bagaimana bisa? Apa maunya? Haruskah? Tidak bisakah? Wah, mungkin banyak sekali tanda tanya yang sedang menggentayangiku. Kenapa kamu bersikap seolah-olah harapan itu ada tapi pada akhirnya kamu memilih 'dia' yang lain Kenapa kamu bicara soal 'cinta' tapi yang kamu sisakan itu hanya 'luka'? Sekarang kamu pergi tanpa permisi. Tanpa ada kata 'good bye'. Hanya pergi... tanpa sepatah kata. Tanpa penjelasan. Aneh kamu! Kamu mengajak aku melayang lalu kamu hempaskan secara tiba-tiba. Bagaimana bisa aku tidak merasa sesakit ini? Ternyata aku salah. Harusnya aku tidak peduli saat kamu berkata 'hai, lama tidak jumpa' untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun lamanya. Harusnya aku tidak menghubungimu setelah itu. Harusnya aku tidak berharap banyak. Harusnya aku kembali sebelum aku lupa jalan pulang. Sekarang aku lupa bagaimana caranya agar aku bisa kembali seperti dulu, sebelum aku bertemu kembali denganmu. Sebelum semuanya menjadi terlambat seperti ini. Sebelum aku tahu satu kenyataan bahwa kamu sudah memilih 'dia' sebelum kata 'hai, lama tidak jumpa' itu kamu lontarkan. Harusnya aku tahu bahwa kamu tidak akan pernah berubah. Tetap seperti dulu. Tidak menginginkanku. Ya, bukan aku! Harusnya aku tidak menuliskan semua ini dan berharap agar kamu membacanya. Harusnya aku tidak jatuh sedalam ini. Harusnya air mataku tidak mengalir sia-sia untuk seorang sepertimu. Harusnya memang begitu! Well, sebaiknya jangan pernah lagi berkata 'hai, lama tidak jumpa' dan menaruh harapan begitu banyak sampai-sampai aku tidak tega membuang semua harapan-harapan itu. Tapi toh, akhirnya aku harus tega juga membuangnya. Karena kita tidak akan bisa seperti dulu lagi. Karena jalan kita sekarang sudah berbeda. Hmm... whatever lahhhh... aku capek.
|