[+] Follow

Posted on: Kamis, 09 Juni 2011 @ 9:54 PM | 0 footprint(s)
111210

-stupid dee-



Saya heran sama kamu. Bukan cuma kali ini. Mungkin ini yang ke 111210 kalinya.

Terakhir kau bilang bahwa saya dan kamu (KITA, tapi sepertinya ‘kita’ sudah tidak bermakna lagi) harus selalu menjaga tali pertemanan agar tidak putus. Tapi kurasa, kau yang memulai untuk berusaha memutuskannya. (atau hanya perasaanku saja?)


Setelah talinya putus, mau kau apakan lagi? Menyambungnya kembali? Sia-sia!

Saya bukan menginginkan kamu untuk menyambung tali yang pernah mengikat saya dan kamu, saya cuma kasihan sekali sama kamu yang menjilat ludah sendiri. Saya sangat menyesal. Menyesal karena tidak memutuskan tali itu lebih awal. Menyesal karena tidak berusaha berbuat apa-apa selain menangis dihadapanmu seperti anak kecil yang kehilangan permennya, mengemis agar kau membiarkan tali itu tetap utuh. Dan terimakasih, kau tetap memutuskannya.


Kalau kau berharap tali itu akan tersambung kembali, sepertinya tidak akan lagi. Lebih baik kau mengikatkan lehermu dengan tali itu di salah satu batang pohon, dan membiarkannya tergantung, berayun-ayun sebentar lalu mati seperti perasaanku yang kau bunuh tahun lalu.

Back to top


Copyright ©. Layout by SekarYoshioka. Header : Pixiv and edited by SekarYoshioka. Please view it with Google Chrome 1024*768. All rights reserved.
F
o
l
l
o
w
H
o
m
e