![]()
|
Posted on: Sabtu, 18 Juni 2011 @ 11:46 PM | 0 footprint(s)
LOSER
Butuh seseorang untuk menghibur. Sangat butuh. Butuh, sebutuh-butuhnya sebuah kebutuhan (halahh, ngomong apa, sih!) Huahuahuahuahua... *nangis bombay sambil guling-guling di aspal* Hari ini mungkin hari terburuk dalam sejarah kehidupan saya. Lebih buruk dari seburuk-buruknya mimpi buruk. Membuat hati terpuruk. Saya tadi lihat penampakan di atas lembaran kertas hasil akhir perjuangan saya selama setengah tahun di kelas sebelas. Semua daftar nilai tercetak di sana. Trus, saya lihat, bolak-balikin kertas, bandingin nilai saya dengan My Big Rival, pacar sekarang mantan saya yang sangat tidak etis jika saya tuliskan namanya di sini. Dan WAHHH, his scores are better than me! Damn. Saya kecewaaaa... pengen nangis tapi kayaknya kekanak-kanakan sekaliiiiiii. Bukan kecewa sama dia, tapi kecewa sama diri saya sendiri. Rasanya seperti habis diceburkan ke laut yang sangaaatt dalam, lalu disengat ubur-ubur bertekanan tinggi, dan ditelan hiu raksasa yang tidak pernah makan selama setahun. Perut saya langsung mules, air mata saya sudah mendesak keluar dari mata saya yang terasa panas. Tapi saya tahan, dan itu sangat sesak. Intinya saya sedih. Takut karena posisi saya sudah di ujung tanduk dan sebentar lagi jatuh. Karena dia. Pacar sekarang mantan saya yang hanya bisa mencari muka di hadapan pemberi nilai. Kenapa saya bilang begitu? Yaaaa.... karena memang begitu yang saya lihat! Dan bukan cuma saya, teman-teman saya pun berpikiran seperti itu. Saya kalah. Bukan cuma kali ini. Kekalahan saya semakin berarti karena saya kalah oleh seorang LOSER.
|