![]()
|
Posted on: Selasa, 13 September 2011 @ 9:01 PM | 0 footprint(s)
Butuh Waktu Lebih Lama Lagi
Kalau berurusan denganmu, aku bisa menjadi seorang yang buta logika. Semua ucapanku, prinsipku, gengsiku akan runtuh jika itu berurusan denganmu. Bahkan langkah kakiku sendiri pun akan mengambil arah kiri meski aku berkata ke kanan jika kau yang meminta. Kemarin baru saja kututup buku yang berkisahkan tentangmu, karena kukira tidak akan ada lagi cerita yang tersisa. Tapi tidak, kau tidak pernah ada akhirnya. Saat aku berkata benci, itu salah. Aku tidak membencimu, hanya membenci luka yang kau berikan dulu. Hmm, mungkin sekarang sudah tidak ada luka. Jadi tidak masalah. Aku tidak akan mempermasalahkannya lagi. Sampai sekarang, sudut mataku masih saja mengekori bayanganmu. Tidakkah kau tahu itu? Dan aku semakin menggila karena aku tahu dengan jelas bahwa yang kulakukan ini sangat bodoh. Tapi, bukankah bukan cinta namanya kalau tidak gila? Aku butuh waktu lebih lama lagi. Tolonglah. Mungkin sampai hari kelulusan tiba. Jadi, untuk saat ini biarkan aku menikmati bayangmu. Hanya itu. Tidakkah itu sangat sederhana?
|