![]()
|
Posted on: Sabtu, 14 April 2012 @ 4:05 PM | 0 footprint(s)
Keep Dreaming!
Terkadang, ketika aku terlalu lelah untuk mengejar mimpi, aku berhenti sejenak. Singgah sebentar di sebuah ruang pemikiran yang dindingnya dipenuhi sebaris nama; Helen Adams Keller. Menyesap secangkir kisah hidupnya yang menakjubkan. Seorang manusia dengan keterbatasan dirinya yang mampu membuatnya menjadi sosok yang selalu terkenang dalam daftar tokoh terhebat di dunia. Terlahir normal di Tuscumbia, sebuah kota kecil di barat laut Alabama, pada tahun 1880. Namun, di usianya yang belum mencapai 2 tahun, penyakit yang dideritanya membuat ia kehilangan penglihatan dan pendengaran.Aku tidak dapat memaksa hatiku untuk tidak tersentuh ketika membaca betapa sulitnya ia menjalani masa-masa awal kehidupannya. Dengan bantuan seorang guru yang bernama Anne Mansfield Sullivan, dia belajar mengucapkan kata demi kata untuk mengenal dunia. Keterbatasannya tidak memadamkan ketekunan, semangat, dan keingintahuannya yang besar. Hidupnya yang tidak mudah tidak lantas membuatnya menjadi seorang yang mudah putus asa. Pada usia 20 tahun, ia kuliah di Radcliffe College, perguruan tinggi khusus untuk perempuan di lingkungan Universitas Harvard. Dialah perempuan buta-tuli pertama dalam sejarah yang berhasil menyelesaikan pendidikan setingkat universitas. Helen Keller menjadi seorang pembicara dan penulis ternama hingga membuatnya berkeliling dunia untuk menentang penindasan perempuan, perang, dan eksploitasi atas kelas pekerja. Terkadang, ketika aku mengenang kisahnya sekali lagi, getaran hebat menjalar ke seluruh pembuluh syarafku. Menyengatku dengan aliran semangat yang entah dari mana datangnya. Kisahnya seperti suntikan vaksin yang membuatku tetap bertahan dalam rangkaian mimpi yang telah ada sejak aku mengerti bahwa hidup berawal dari mimpi. Membuatku merenung sebentar, lalu bersyukur atas segala kesempurnaan yang telah dianugerahkan Tuhan untukku. Helen Keller mengajarkanku bahwa keterbatasan fisik yang kita miliki tidak harus menjadikan kita berhenti dalam berkarya. Semangat, ketekunan, dan kesungguhan akan membuatkan kita sepasang sayap yang dengannya kita akan mengudara meraih semua mimpi yang masih tertunda.
|