[+] Follow

Posted on: Selasa, 10 April 2012 @ 7:10 AM | 0 footprint(s)
Sudah




Habis sudah. Jika cinta benar ada, maka aku telah salah. Demi apa, aku sudah berusaha melupakanmu. Mencoba mengintip di sela kabut tipis yang perlahan mengaburkan mataku. Basah di pipiku seakan menegaskan bahwa cinta itu mengenaskan. Menumpulkan setajam-tajamnya akal, melelehkan sebeku-bekunya hati.

Lalu kutanyakan pada rembulan mengapa cahayanya begitu redup malam ini? Ia bisu. Aku gila. Adakah orang waras yang mencoba bercakap bersama rembulan, bintang, hujan, dan mereka yang hanya bisa menjadi figuran dengan mulut bungkam di tengah-tengah panggung sandiwara dimana manusia yang menjadi pemeran utamanya?

Lucu. Betapa hebatnya dia yang berjudulkan cinta bisa membuat sesuatu yang jelas menjadi absurd. Betapa perasaan bisa menjerat hati dan memasungnya hingga mati. Betapa dramatisnya kamu yang bisa membuatku terbang-jatuh, menangis-tersenyum, luka-sembuh, mengingat-melupa. Everything.

Back to top


Copyright ©. Layout by SekarYoshioka. Header : Pixiv and edited by SekarYoshioka. Please view it with Google Chrome 1024*768. All rights reserved.
F
o
l
l
o
w
H
o
m
e