[+] Follow

Posted on: Senin, 21 Mei 2012 @ 12:32 AM | 0 footprint(s)
Surat





Dear, MR. I


Hei, bagaimana kabarmu? Pasti baik. You are so happy right now, aren't you? Ya! Kamu pasti sangat bahagia.... bersamanya. Dan aku akan selalu mendoakan agar kamu bahagia, meski itu berarti tanpa aku. Walau itu berarti aku harus menjauh.


Rekor baru. Sudah empat hari kita tidak saling peduli. Atau mungkin kau yang benar-benar tidak peduli dan aku masih berusaha keras untuk tidak peduli. Bersikap tidak peduli seperti bunuh diri bagiku. Rasanya sulit menahan diri untuk tidak menghubungimu. Menahan jariku agar tidak menekan nomor-mu yang berada pada speed dial ponselku. Sudah berulang kali aku mencoba menyingkirkan nomor itu dari pikiranku, namun tidak bisa. Aku sudah terlanjur menghafalnya. Menghapusnya dari ingatanku sama dengan sulitnya menghapus namamu dari hatiku. Terlalu berlebihan, huh? Biar saja :p. 


Sekarang aku harus belajar agar terbiasa. Mulai menata jalan pulang, kembali pada kenyataan yang semestinya. Aku tidak akan membiarkanmu tahu betapa terlukanya aku. 


Pergilah dan jangan kembali lagi. Sebab aku lelah berjudi dengan perasaan ini.





Back to top


Copyright ©. Layout by SekarYoshioka. Header : Pixiv and edited by SekarYoshioka. Please view it with Google Chrome 1024*768. All rights reserved.
F
o
l
l
o
w
H
o
m
e