![]()
|
Posted on: Senin, 18 Juni 2012 @ 1:00 AM | 0 footprint(s)
Ternyata Kau...
Kali ini berbeda. Aku tidak lagi merasa terlalu senang
ketika kau menelpon atau ketika layar ponselku tiba-tiba menampakkan sederet
nomor tanpa nama milikmu. Aku merasa kehilangan sensasi magis dari pesonamu
sejak 25 jam yang lalu.
Kau memberiku password facebookmu lalu menyuruhku melakukan
sesuatu. Tanpa sengaja aku malah menemukan sesuatu, sebuah kenyataan. Ternyata kau
begini, dan ternyata kau begitu. Ternyata kau tidak lebih dari seekor pecundang
yang mengobral harapan sia-sia. Ternyata kau hanya bermain-main dengan
perasaan. Ternyata aku begitu bodoh karena menggilaimu. Ternyata hatimu mendua,
ah tidak.. tidak... kau tidak mendua. Ternyata ada empat perempuan bodoh yang
rela menunggu untuk seekor pecundang sepertimu. Ah, sekarang aku mengataimu
pecundang! Padahal 26 jam lalu kita sempat bertukar rindu dan basa-basi semu.
Sekarang aku tidak tahu harus berkata apa. Aku merasa tertipu!
|