[+] Follow

Posted on: Selasa, 10 Juli 2012 @ 1:37 AM | 0 footprint(s)
Dia Lulus.


Mungkin Tuhan mengerti bahwa aku tidak bisa hidup sendiri...

6 Juli. Hari itu adalah hari yang mendebarkan. Status tentang SNMPTN berserakan dimana-mana. Aku pun tidak kalah hebohnya, duduk di depan layar komputer memandangi jam di sudut kiri layar hingga menunjukkan pukul 20.00 WITA.
Sederet nomor pendaftaran yang kuhafal di luar kepala bersiap-siap untuk diketik.

Akhirnya...

20.01..
Hening.

20.10...
Aku masih ragu. Masih diliputi beragam kemungkinan yang masih menari-nari di pikiranku.

20.11....
Tarik nafas. Perlahan aku memasukkan semua data yang diminta. Aku memejamkan mata.

Satu detik... Dua detik.... Tiga detik.....

Mataku belum ingin membuka dirinya. Ketika kupaksakan, akhirnya ia menyerah.

Mataku terbuka. Sedetik kemudian, jeritanku terdengar. Lega.

Dia lulus! Sahabatku lulus. Segera aku menghubunginya. Mengatakan 'LULUS' membuatku nyaris menangis. Padahal aku tidak begitu yakin dia akan lulus mengingat dia terlalu santai menghadapi SNMPTN. Hahah, ternyata keberuntungan berpihak padanya, pada kami. Kami LULUS melalui jalan yang berbeda namun dipertemukan pada satu titik temu di ujung sana.

Dan setelahnya, kami berbicara mengenai kehidupan kami selanjutnya. Kami akan pindah, kami akan hidup sekamar di bawah satu atap. Berdua. Tumbuh dewasa bersama.

Mungkin Tuhan mengerti bahwa aku tidak bisa hidup sendiri. Jadi dia menciptakan CITRA DIAN PERTIWI untuk menemani hari-hariku yang tanpanya akan sepi.



Back to top


Copyright ©. Layout by SekarYoshioka. Header : Pixiv and edited by SekarYoshioka. Please view it with Google Chrome 1024*768. All rights reserved.
F
o
l
l
o
w
H
o
m
e