![]()
|
Posted on: Senin, 06 Agustus 2012 @ 2:38 PM | 0 footprint(s)
Mata Itu...
Jantung. Berdetak ia lebih kencang ketika sepasang kakimu menjejak di hadapanku. Entah pesona apa yang kau punya hingga sampai detik ini aku tidak bisa membenci. Mungkin kau terlalu baik. Dan aku tidak bisa membenci orang baik.
Jantung. Berhenti ia berdetak ketika sepasang matamu tanpa sengaja menangkap basah mataku yang diam-diam menatapmu. Aku tidak bisa melepaskan tatapan itu. Yang menjerat, hingga nyaris membuatku sekarat. Tajam, namun setitik kelembutan mengintip di balik bola hitam.
Jantung. Berusaha kusembunyikan suara detak yang keras dengan terus berbicara. Aku tidak ingat apa yang keluar dari mulutku dan berharap bukan namamu yang kedengaran dari sana.
Mantan, mereka bilang. Hubungan kita hanya berlaku hingga batas penggunaan 'sayang' sudah habis masanya. Ketika 'putus' terlontar dengan sendirinya menguasai emosi yang ada. Dan tangisku karena terluka.
Bagiku, kau hanya jodoh yang tertunda :D Seorang yang dengannya aku rasakan jantung yang hampir meloncat, yang membuatku diam-diam menggariskan senyum ketika melihat senyumnya.
Aku percaya, jodoh tidak akan kemana. Aku akan memperbaiki diriku, agar Tuhan memantaskan aku menjadi milikmu. Kalau tidak, mungkin kau yang tidak pantas memilikiku.
|