[+] Follow

Posted on: Minggu, 06 Januari 2013 @ 12:47 AM | 2 footprint(s)
Satu tahun yang terlambat


Sedingin kopi di sudut jendela yang hangatnya menguap dan membaur bersama gigilnya hujan yang tersisa di kaca, mungkin. Beku atau mati...entah. Semua terasa begitu cepat. Kita jatuh cinta, menyalahkan waktu dan terluka, lalu saling melupakan. Meski kuakui bahwa aku tidak pernah benar-benar melupakan, karena tidak ada hal istimewa yang bisa pergi begitu saja dari pikiran seseorang

Rasanya baru kemarin aku mendengar tawamu di sela-sela pembicaraan kita yang hangat berbulan-bulan yang lalu yang kini menjadi senyuman pahit di ujung malamku ketika aku berusaha untuk tidak mengingat kenangan itu.

Sudah. Aku kehabisan kata.

Back to top


Copyright ©. Layout by SekarYoshioka. Header : Pixiv and edited by SekarYoshioka. Please view it with Google Chrome 1024*768. All rights reserved.
F
o
l
l
o
w
H
o
m
e