![]()
|
Posted on: Minggu, 06 Januari 2013 @ 12:47 AM | 2 footprint(s)
Satu tahun yang terlambat
Sedingin kopi di sudut jendela yang hangatnya menguap dan membaur bersama gigilnya hujan yang tersisa di kaca, mungkin. Beku atau mati...entah. Semua terasa begitu cepat. Kita jatuh cinta, menyalahkan waktu dan terluka, lalu saling melupakan. Meski kuakui bahwa aku tidak pernah benar-benar melupakan, karena tidak ada hal istimewa yang bisa pergi begitu saja dari pikiran seseorang Rasanya baru kemarin aku mendengar tawamu di sela-sela pembicaraan kita yang hangat berbulan-bulan yang lalu yang kini menjadi senyuman pahit di ujung malamku ketika aku berusaha untuk tidak mengingat kenangan itu. Sudah. Aku kehabisan kata.
|